Rekan-rekan IASI yang berbahagia,
sehubungan sehubungan dengan hasil rapat anggota pada tanggal 14 Juni 2009 di KJRI Hamburg yang dihadiri oleh sekitar 25 orang, maka IASI memiliki ketua baru yaitu Ibu Mayrina Firdayanti. Beliau adalah dosen ITB yang sekarang mengambil S3 di TUHH Hamburg.
Dengan terpilihnya ketua IASI yang baru, maka kami para pengurus IASI periode 2007-2009 ingin menyampaikan rasa terima kasih sebesar-besarnya kepada rekan-rekan IASI yang sudah memberikan pikiran, waktu, dan tenaga bagi terlaksananya kegiatan-kegiatan IASI selama periode 2007-2009. Kami yakin, bahwa IASI akan dapat berkembang lebih baik di bawah kepemimpinan Ibu Mayrina Firdayanti!
Salam perhimpunan,
Pengurus IASI periode 2007-2009
Society for International Development (SID)
Gesellschaft für Internationale Entwicklung e.V. Chapter Frankfurt a.M.
in Kooperation mit der KfW - Entwicklungsbank
———— ——— ——— ——— ——— ——— -
Einladung zu einem Vortrag von
Marcel Fratzscher
Head of International Policy Analysis Division Europäsche Zentralbank (EZB)
“Die Auswirkungen der Finanzkrise auf die Schwellenländer”
am Montag, den 25. Mai 2009, 10:30 Uhr
in der KfW
Palmengartenstraße
60325 Frankfurt am Main
Wandelhalle im Haupthaus
Herr Fratzscher wird über folgende Fragen sprechen:
- Ein Teil des Ursprungs der globalen Finanzkrise liegt auch in den Schwellenländern; was können die Schwellenländer dagegen tun?
- Was unterscheidet die Auswirkungen der gegenwärtigen Finanzkrise von denen vergangener Finanzkrisen in den Schwellenländern?
- Wie wird die Finanzkrise die zukünftige Rolle der Schwellenländer im globalen Finanzsystem verändern?
Die Veranstaltung wird moderiert von Bruno Wenn, KfW, Mitglied des Beirats der Society for International Development (SID), Gesellschaft für Internationale Entwicklung e. V. “Chapter Frankfurt”
Kontakt vorab: Norbert Noisser, Tel.:0170 54 23 194
An alle Mitglieder der IASI e.V. Hamburg, den 04.05.2009
Einladung zur Mitgliederversammlung
Liebe Mitglieder,
hiermit lädt der Vorstand alle Mitglieder zur ordentliche Mitgliederversammlung IASI e.V. ein. Die Versammlung findet:
Sonntag, den 31.05.2009 2009 um 11.00 Uhr
Generalkonsulat der Republik Indonesien - Bebelalle 15, 22299 Hamburg
statt
Vorläufige Tagesordnung für die Mitgliederversammlung:
- Begrüßung
- Bericht des 2. Vorsitzender über die Arbeit in der Vorstandschaft
- Bericht des Kassiers
- Entlastung der Vorstandschaft
- Neuwahlen des Vorstandes
- Verschiedenes
Wir freuen uns, wenn Sie an der Mitgliederversammlung dabei sein können und sind überzeugt, dass wir zusammen eine interessante Versammlung verbringen werden.
Mit freundlichen Grüßen,
Der Vorstand
Victor Risonarta
2. Vorsitzende
Sehr geehrte Damen und Herren, liebe Kollegen,
wir möchten Sie herzlich zur nächsten Veranstaltung der Bonner Impulse einladen. Am 6. Mai diskutieren von 16.00 bis 18.00 Uhr im Deutschen Institut für Entwicklungspolitik in Bonn Alexander Leicht, Anita Reddy, Tobias Troll und Christel Adick über die Rolle Europas und die Verbindung von Wissenschaft und Praxis im Rahmen der UN Dekade Bildung für Nachhaltige Entwicklung.
Die Bonner Impulse werden dreimal jährlich von VENRO gemeinsam mit EADI und dem DIE in Bonn organisiert. Die Veranstaltungsreihe bringt Wissenschaftler und Vertreter der Zivilgesellschaft und der Politik an einen Tisch, die jeweils ein Thema mit europarechtlichem Bezug diskutieren. Im Anschluss gibt es Raum für gemeinsame Diskussionen über einem Glas Wein.
Bitte entnehmen Sie eine ausführliche Einladung dem Anhang. Wir freuen uns sehr über Ihr Kommen und bitten Sie, die Einladung an mögliche Interessierte weiterzuleiten.
Mit freundlichen Grüßen
Jana Rosenboom
VENRO
Dr.-Werner-Schuster-Haus
Kaiserstr. 201
53113 Bonn
Tel.: 0049.(0)228.946 77 17
Fax: 0049.(0)228.946 77 99
E-Mail: j.rosenboom@venro.org
Internet: www.venro.org
Herunterladen die Einladung (kliken Unten):
Bonner Impulse - BNE: Welche Rolle für Europa?
Rekan-rekan IASI yang berbahagia,
berikut ada informasi dan undangan untuk pelaksanaan seminar bersama antara WUS, WUSKI, PPI Aachen, AK Indonesia, dan IASI yg akan diselenggarakan pada:
3 Mei 2009
jam 10.00 sampai 18.00 waktu Jerman
di ESG, Nizzaallee 20, 52072 Aachen
Dalam seminar ini akan hadir pula Bapak Suchjar Effendi sebagai direktur WUSKI yang juga beraktifitas di EKONID, lembaga bisnis Indonesia-Jerman yang bertempat di Jakarta.
Informasi selengkapnya bisa dilihat di links berikut ini:
Seminar bersama PPI Aachen, WUSKI, AK Indonesia, dan IASI
Terima kasih,
Pengurus IASI
Rekan-rekan IASI yang berbahagia,
berikut ada informasi dan undangan untuk pelaksanaan seminar bersama antara WUS, WUSKI, PPI Franken dan IASI dengan tema “Peluang bisnis di Indonesia” yg akan diselenggarakan pada:
2 Mei 2009
jam 10.30 sampai 16.45 waktu Jerman
di ruang KHG Nürnberg
Dalam seminar ini akan hadir pula Bapak Suchjar Effendi sebagai direktur WUSKI yang juga beraktifitas di EKONID, lembaga bisnis Indonesia-Jerman yang bertempat di Jakarta.
Informasi selengkapnya bisa dilihat di links berikut ini:
Seminar IASI-WUSKI-PPI Franken
Terima kasih,
Pengurus IASI
Dear all,
The Deutsche Gesellschaft für Technische Zusammenarbeit (GTZ) GmbH is an international cooperation enterprise for sustainable development with worldwide operations. GTZ promotes complex reforms and change processes. Its corporate objective is to improve people’s living conditions on a sustainable basis. GTZ has been working in Indonesia since 1975.
Please be informed that GTZ Policy Advice for Environment and Climate Protection (PAKLIM) is seeking qualified Indonesian candidates for the following position of Sr. Manager to be based in Jakarta . This position is categorized as a Fixed Term Employment Contract of 1 year with possibility of prolongation. Please find enclosed the Job Description.
Interested candidate should submit the application letter and updated CV to Mrs. Lestira at lestira@prolh.or.id by the latest on 27.02.2009 .
Kindly send this vacancy announcement to your colleagues in your project.
- Only short-listed candidates will be notified for interviews -
Best regards,
on behalf of
Carolina Asti
Personnel Officer National Staff
GTZ Office Jakarta
Menara BCA, Grand Indonesia, Level 46
Jl. M.H. Thamrin Kav.1
Jakarta 10310 – Indonesia
http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/12/27/0057207/benahi.sektor.riil.dan.infrastruktur
Krisis Gobal
Benahi Sektor Riil dan Infrastruktur
Sabtu, 27 Desember 2008 | 00:57 WIB
Hamburg, Kompas - Untuk bisa keluar dari krisis keuangan global saat ini, Pemerintah Indonesia harus lebih memfokuskan anggaran yang ada untuk penguatan sektor riil dan infrastruktur.
Hal itu diperlukan untuk mengurangi pengangguran dan merangsang pertumbuhan ekonomi. Demikian salah satu kesimpulan dari diskusi Ikatan Ahli & Sarjana Indonesia (IASI) di Hamburg, Jerman, beberapa waktu lalu.
Seminar menghadirkan Makhdonal Anwar, wakil dari WUSKI (World University Service Komite Indonesia); Konsul Jenderal Indonesia di Hamburg Teuku Darmawan; dan Hok An, pendiri LSM IMBAS di Frankfurt.
Hok An mengatakan, ”Kita ini lemah di sektor manufaktur, enggak bisa bersaing melawan produk China yang murah. Kita harus gerak cepat, benahi sektor riil dan infrastruktur. Investasi untuk manusia, misalnya pendidikan kejuruan, orang kita itu mahir sekali dalam rekayasa recycling.”
Menurut Hok An, saat ini Indonesia harus berani investasi baru untuk restrukturisasi ekonomi. Misalnya, jangka pendek membeli mesin-mesin baru untuk mengolah bahan mentah menjadi ekspor produk jadi.
Hok An menilai susunan kabinet SBY-JK terlalu berlapis-lapis sehingga dalam pengambilan keputusan terlalu banyak ”pihak yang terlibat”.
Akibatnya, dalam krisis seperti saat ini, sulit untuk membuat kebijaksanaan yang tepat dan cepat.
Berdasarkan data Bank Dunia, tahun 2007 Indonesia mempunyai 100,7 juta penduduk miskin dari total 230 juta orang. Tahun 2007, pendapatan per kapita di Indonesia 1.918 dollar AS, jauh di bawah Thailand 3.851 dollar AS, Malaysia 6.807 dollar AS, Brunei Darussalam 3.2167 dollar AS, dan Singapura 35.160 dollar AS.
Pemberantasan korupsi
Tantangan terbesar ke depan, menurut Hok An, tetap saja pemberantasan korupsi. Sebab, korupsi menyebabkan daya saing dan investasi turun sehingga ekonomi swasta lemah.
Kalau harga BBM turun, inflasi juga akan turun. Indonesia terlalu banyak memiliki pegawai negeri, tetapi kinerjanya kurang efektif.
Sementara itu, setelah Perang Dunai II, Jerman bisa bangkit menjadi negara industri yang tangguh. Negara ini sebenarnya miskin sumber daya alam sehingga apa yang ada dirawat dengan baik.
Lahan hutannya kecil, tetapi produksi kayunya cukup dan terpelihara. Kalau di Indonesia pemotongan kayu cepat, tetapi penanaman kembali/reboisasi tersendat, timpang sekali.
Maunya dapat ikan banyak, tetapi hutan bakau dibabat habis. Baru-baru ini teknologi dari Jerman diterapkan untuk menghadapi bahaya tsunami di Indonesia (tsunami recovery).
Ketika menyinggung soal pilihan energi yang cocok untuk Indonesia, dalam diskusi tersebut ramai dibicarakan tentang rencana penggunaan energi nuklir.
Namun, negara maju saja sudah bimbang dan bersiap untuk meninggalkan energi nuklir, mengingat biaya dan risikonya yang tinggi.
Apalagi Indonesia termasuk negara yang rawan bencana dan gempa (ring of fire). Alternatif yang aman dan murah, menurut IASI adalah biogas, listrik tenaga angin, air, tenaga surya, dan panas bumi. Daerah yang bisa dikembangkan untuk itu adalah di Jawa dan Sumatera.
Seminar ditutup dengan semangat ”Yes we can” yang diterjemahkan dalam konteks Indonesia. Mereka memang bisa berbuat banyak untuk Tanah Air asal ada kesempatan.
Akan tetapi, banyak pula di antara mereka yang frustrasi lantaran di Indonesia terlalu banyak kendala sehingga memilih untuk tidak kembali ke Indonesia.
(Denny Sutoyo-Gerberding)